Mutiara


Mutiara Terbaik
31 Maret 2009, 10:23
Filed under: Mutiara Terbaik

Bisnis Mutiara, Masihkah Menarik?

Besarnya potensi laut yang dimiliki Indonesia dan masih terbukanya pasar yang mampu menampung baik lokal maupun internasional, menjadikan bisnis mutiara masih dilirik para investor.  Selain itu harganya yang fantastis menjadi daya tarik tersendiri.  “Mutiara Indonesia dengan kualitas terbaik laku dilelang di pasar Jepang dengan harga 150 US$ per-gram, sedangkan dengan kualitasMutiara Indonesia). Sayangnya bisnis ini hanya milik para pengusaha bermodal besar.  “Bisnis mutiara merupakan bisnis padat modal, karena itu tak heran jika hanya investor besar yang mampu terjun,” kata Samsoel. rata-rata 40 US$ per-gram,” ungkap Samsoelbahri, Ketua Umum ASBUMI (Asosiasi Budidaya

Daya Saing Kurang

Mutiara asal Indonesia sudah cukup lama dikenal oleh pasaran dunia.  South Sea Pearl (mutiara laut selatan), demikian nama jenis mutiara yang dihasilkan Indonesia. Sebagaimana dipaparkan Martono, Sekretaris Eksekutif ASBUMI. Mutiara jenis ini merupakan jenis yang cukup diminati para pecinta mutiara baik di Asia maupun Eropa.

Hal yang terpenting dalam bisnis ini adalah meningkatkan kualitas mutiara, sebab semakin bagus kualitasnya semakin tinggi harganya.  Menurut Martono, harga mutiara Indonesia masih kalah dengan mutiara asal Australia meskipun jenis yang dihasilkan sama yaitu South Sea Pearl.  Secara kuantitas Indonesia merupakan penghasil terbesar mutiara jenis South Sea Pearl, tetapi harga per-gramnya kalah dengan Australia. Menurut Samsoel hal ini dikarenakan lingkungan laut di Australia masih sangat bersih. Selain itu Australia juga mempunyai bibit kerang mutiara unggul yang dihasilkan dari persilangan antara kerang mutiara yang berkualitas yang didapatkan dari alam. “Itulah PR kita sekarang, bagaimana bisa meningkatkan kualitasmutiara sekaligus lingkungan laut yang kita punya,” tambah Samsoel. kerang

Bisnis Menggiurkan

Meskipun memerlukan modal yang cukup besar, bisnis mutiara ini tetap menarik minat para pemodal. Menurut Samsoel, untuk memulai bisnis budidaya mutiara dibutuhkan investasi sedikitnya Rp 2 miliar. “Dalam bisnis ini yang terpenting adalah keuletan dan kesabaran, karena bisnis ini jangka panjang, paling tidak butuh waktu 4 tahun untuk sampai pada masa panen,” jelas Samsoel. Waktu 4 tahun tersebut menurut Martono digunakan untuk menganalisis lokasi budidaya selama 1 tahun, pembesaran benih kerang mutiara sampai pada ukuran insersi (memasukkan benda asing ke dalam kerang mutiara) selama 16 bulan dan menunggu hingga mutiara siap dipanen selama 20 bulan.  Martono menambahkan, “Jika panen, biasanya dapat dihasilkan sekitar 10 kg mutiara”. Bisa dibayangkan, jika harga rata-rata mutiara 40 US$ per gram, pengusaha mutiara akan memperoleh hasil produksi sebesar Rp 3,6 miliar.

Ditanya mengenai peluang pasar, Samsoel tetap optimis.  “Saat ini mutiaramutiara asal Indonesia,” tambah Samsoel. “Berapa pun mutiara yang kita hasilkan biasanya pasti akan terserap oleh pasar,” tegas Martono.  Selain itu pasar lokal Indonesia juga cukup menjanjikan. “Biasanya para pembeli langsung melakukan kontak dengan perusahaan mutiara,” kata Samsoel. asal Indonesia biasanya dilelang di pasar Jepang dan Hongkong. Tetapi pasar Eropa juga sudah melirik

Potensi Indonesia Timur

Perairan timur Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk bisnis budidaya mutiara.  Bukan hanya pada ketersediaan lahan saja, tetapi juga lingkungan perairan yang memenuhi syarat untuk tumbuh dan berkembangnya kerang mutiara secara optimal.  Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa tempat yang memenuhi syarat sekaligus menjadi sentra produksi mutiara, seperti NTB, Maluku, Sulawesi Tenggara dan Papua.

Menurut data Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, potensi areal untuk pengembangan budidaya kerang mutiara di NTB mencapai 25.000 ha. Ironisnya, tingkat pemanfaatan baru sekitar 4.710 ha.  Sementara, menurut Ernawati, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Maluku, potensi lahan untuk budidaya kerang mutiara mencapai 73.400 ha dan yang termanfaatkan baru sekitar 70-an ha. Demikian juga di Sulawesi Tenggara.  Menurut Slamet Sudibyo, staf Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, potensi lahan budidaya kerang mutiara mencapai 6.600 ha dengan pemanfaatan baru sekitar 1.595 ha.

Sumber: www.trobos.com



Mutiara
31 Maret 2009, 07:12
Filed under: Tak Berkategori

Mutiara  asli baik mutiara air tawar maupun air laut bisa anda dapatkan di sini tanpa harus datang ke lokasi tempat pembuatan yang menyita waktu dan tenaga.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.